China Kembali Pimpin Daftar Superkomputer Tercepat Dunia, LineShine Geser El Capitan Milik AS

Dalam pengujian tersebut, LineShine mencatat skor 22,00 HPCG-Petaflop/s.

El Capitan berada di posisi kedua dengan skor 17,41 HPCG-Petaflop/s, disusul superkomputer Jepang Fugaku dengan 16,00 HPCG-Petaflop/s dan Frontier milik Amerika Serikat dengan 14,05 HPCG-Petaflop/s.

HPCG dianggap lebih merepresentasikan performa aktual karena menguji kemampuan sistem dalam menyelesaikan perhitungan yang umum digunakan pada simulasi ilmiah dan rekayasa teknik.

Mengusung Arsitektur Berbeda

Salah satu keunikan LineShine terletak pada pendekatan arsitektur yang digunakan.

Baca Juga :  3 Negara Ini Bikin AS Kewalahan, Tetap Bertahan Meski Dihantam Ribuan Sanksi Ekonomi

Sebagian besar superkomputer modern saat ini mengandalkan kombinasi Central Processing Unit (CPU) dan Graphics Processing Unit (GPU) untuk meningkatkan kemampuan komputasi.

GPU memiliki keunggulan dalam menjalankan proses paralel dalam jumlah besar dan banyak digunakan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) maupun simulasi ilmiah.

Namun, LineShine menggunakan pendekatan berbeda dengan mengintegrasikan fungsi-fungsi komputasi yang biasanya dijalankan GPU langsung ke dalam chip utama.

Desain tersebut memungkinkan sistem melakukan komputasi matriks dan vektor dalam skala besar tanpa memerlukan akselerator GPU eksternal seperti Nvidia maupun AMD.

Baca Juga :  China Gelar Half Marathon Robot Humanoid, Ajang Uji Ketahanan dan AI

LineShine dibangun menggunakan prosesor LingKun LX2 dan akselerator LingQi yang dikembangkan di China.

Sistem ini memiliki sekitar 13,79 juta inti komputasi yang tersebar di 90 kabinet perangkat keras.

Chip yang digunakan mengadopsi arsitektur instruksi Arm Holdings, perusahaan desain chip asal Inggris yang saat ini dimiliki oleh SoftBank dari Jepang.

Pos terkait