BPS: Satu dari Tiga Pekerja Indonesia Belum Bekerja Penuh, 49,21 Juta Orang Masih Kekurangan Jam Kerja

Tantangan Pasar Kerja Tak Hanya Soal Pengangguran

Data Sakernas Mei 2026 menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja tidak cukup diukur hanya melalui tingkat pengangguran.

Meski jumlah penganggur telah turun menjadi 7,22 juta orang dengan TPT sebesar 4,65 persen, jumlah pekerja yang belum memperoleh jam kerja optimal mencapai 49,21 juta orang.

Baca Juga :  PP 20/2026 Resmi Berlaku, PPh Final UMKM Kini Hanya untuk Orang Pribadi, Perseroan Perorangan, dan Koperasi

Angka tersebut hampir tujuh kali lebih besar dibandingkan jumlah penganggur.

Hal ini menunjukkan bahwa tantangan pasar tenaga kerja Indonesia tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memastikan pekerjaan yang tersedia mampu memberikan jam kerja yang memadai dan produktif.

Baca Juga :  Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini 24 Juni 2026 Kompak Turun

Dengan jumlah penduduk bekerja yang terus meningkat hingga 148,19 juta orang, kualitas penyerapan tenaga kerja menjadi aspek yang sama pentingnya dengan penciptaan kesempatan kerja.

Selama sekitar sepertiga pekerja masih bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu, perbaikan pasar tenaga kerja dinilai belum sepenuhnya selesai.

Pos terkait