BPS: Satu dari Tiga Pekerja Indonesia Belum Bekerja Penuh, 49,21 Juta Orang Masih Kekurangan Jam Kerja

Pekerja Paruh Waktu Masih Mendominasi

Di antara pekerja tidak penuh, kelompok terbesar masih berasal dari pekerja paruh waktu.

Pada Mei 2026, tingkat pekerja paruh waktu mencapai 25,93 persen. Artinya, sekitar 26 dari setiap 100 pekerja di Indonesia bekerja dengan jam kerja yang terbatas.

Angka tersebut memang turun tipis sebesar 0,04 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Sementara itu, tingkat setengah pengangguran tercatat 7,28 persen, atau naik 0,01 persen poin dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan masih ada sekitar tujuh dari setiap 100 pekerja yang menginginkan tambahan pekerjaan atau jam kerja.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab Penumpukan 3.100 Kontainer di Tanjung Priok, Minta Bea Cukai Operasi 24 Jam

Menurut BPS, perbedaan kedua kelompok tersebut cukup penting. Pekerja paruh waktu umumnya menerima kondisi jam kerja yang dimiliki saat ini, sedangkan setengah pengangguran masih berupaya memperoleh pekerjaan tambahan.

Perempuan Lebih Banyak Menjadi Pekerja Paruh Waktu

Data BPS juga menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin.

Tingkat pekerja paruh waktu perempuan mencapai 36,33 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki yang sebesar 19,13 persen.

Baca Juga :  BPS Pastikan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Tidak Memotret KTP dan KK, Data Warga Dijamin Aman

Dibandingkan Februari 2026, tingkat pekerja paruh waktu laki-laki meningkat 0,11 persen poin, sedangkan perempuan turun 0,10 persen poin.

Sebaliknya, pada kelompok setengah pengangguran, laki-laki mencatat angka yang lebih tinggi.

Tingkat setengah pengangguran laki-laki mencapai 7,56 persen, sedangkan perempuan sebesar 6,85 persen.

Selama periode Februari hingga Mei 2026, tingkat setengah pengangguran laki-laki turun 0,04 persen poin, sementara perempuan meningkat 0,09 persen poin.

Temuan tersebut menunjukkan tantangan terkait jam kerja masih berbeda antara pekerja laki-laki dan perempuan.

Pos terkait