Bawa Pesan Khusus Trump, PM Irak Ali al-Zaidi Ditolak Iran soal Proposal Gencatan Senjata

Iran Bersiap Hadapi Konflik yang Lebih Luas

Di tengah kunjungan tersebut, laporan itu menyebutkan Iran tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas, terutama apabila Donald Trump merealisasikan ancamannya untuk menyerang Teheran dan sejumlah infrastruktur penting lainnya.

The New York Times mengutip dua pejabat Iran yang menyatakan bahwa serangan semacam itu akan mendorong Teheran memperluas peperangan ke tingkat kawasan.

Iran disebut telah menyasar Tel Aviv dan meminta kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab al-Mandab.

Baca Juga :  AS Minta Israel Hormati Proses Perdamaian Timur Tengah, Vance Sebut Menguntungkan Semua Pihak

Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak Donald Trump mengumumkan pada 8 Juli bahwa gencatan senjata yang tertuang dalam nota kesepahaman AS-Iran bulan lalu tidak lagi berlaku.

Sejak saat itu, Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan. Washington menyasar sejumlah lokasi di wilayah Iran, sedangkan Teheran mengeklaim telah menyerang fasilitas dan peralatan militer AS di beberapa negara di kawasan tersebut.

Korban Tewas Capai 53 Orang

Komando Pusat Amerika Serikat atau Central Command (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target Iran pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Baca Juga :  Kapal Iran Tetap Melintas di Selat Hormuz Meski Blokade AS, Gunakan Jalur Pelayaran Khusus

Serangan tersebut menandai malam ke-13 secara berturut-turut Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran.

Otoritas Iran pada Rabu menyebutkan, jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan AS hingga saat ini mencapai 53 orang, sementara 592 orang lainnya mengalami luka-luka.

Konfrontasi yang berkepanjangan antara kedua negara juga telah mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, mengancam pasokan energi global, serta memicu penutupan wilayah udara secara berkala di kawasan.

Pos terkait