Sekolah di Purwakarta Terapkan PJJ hingga Jumat, Program MBG Tetap Berjalan

PURWAKARTA – Sejumlah sekolah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga Jumat (11/9/2026). Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Meski siswa mengikuti pembelajaran dari rumah, aktivitas pendidikan di sekolah tetap berjalan. Guru dan tenaga kependidikan tetap hadir di sekolah untuk melaksanakan pembelajaran secara daring sesuai jadwal.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tetap disalurkan selama pelaksanaan PJJ. Makanan dibagikan sesuai jadwal dan diambil oleh orang tua siswa untuk kemudian dibawa pulang.

Kebijakan PJJ tersebut diterapkan setelah Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan surat edaran mengenai kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik.

Baca Juga :  Truk Tabrak Mobil KH Anwar Zahid di Bojonegoro, Sopir Diduga Mengantuk

PJJ Berlangsung hingga Jumat

Di SMPN 5 Purwakarta, guru dan tenaga kependidikan tetap datang ke sekolah dengan mengenakan masker.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 5 Purwakarta, Budi Nurhayati, mengatakan pihak sekolah menerima surat edaran dari kepala sekolah sekitar pukul 10.22 WIB.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada para wali kelas untuk disampaikan kepada orang tua siswa melalui grup kelas.

“Pembelajaran tetap seperti biasa, sesuai dengan jadwal mata pelajaran masing-masing. Setiap guru masuk ke grup orang tua, kemudian memberikan pelajaran secara daring,” ujar Nurhayati saat ditemui, Senin (7/9/2026).

Baca Juga :  Sampah Menggunung di Kedaung Kali Angke Ganggu Akses Mobil MBG ke SDN 03, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Pembelajaran daring akan berlangsung hingga Jumat sesuai ketentuan dalam surat edaran.

Meskipun tidak datang ke sekolah, siswa tetap diminta mengikuti seluruh mata pelajaran berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.

Guru juga menerapkan mekanisme pengawasan untuk memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung dari rumah. Siswa diminta mengirimkan foto saat belajar dengan didampingi orang tua.

Dokumentasi tersebut dikirim melalui grup kelas atau grup mata pelajaran masing-masing.

Menurut Nurhayati, langkah tersebut menjadi salah satu cara sekolah memantau keterlibatan siswa selama mengikuti pembelajaran daring.

Pos terkait