Siswa Diimbau Tetap di Rumah
Pihak sekolah juga mengingatkan siswa untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama potensi paparan abu vulkanik masih ada.
“Kepala sekolah melalui kami, Humas, memberikan imbauan kepada wali kelas untuk kemudian disampaikan ke grup orang tua. Selama aktivitas vulkanik ini, jika anak keluar dari rumah harus menggunakan alat pelindung diri, di antaranya berupa masker,” katanya.
Kebijakan serupa diterapkan di SDN 1 Munjuljaya.
Kepala SDN 1 Munjuljaya, Sakimin, menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar.
“Kami tidak ada libur. Kami daring sesuai dengan surat edaran sampai dengan hari Jumat,” kata Sakimin.
Seluruh mata pelajaran tetap diberikan sesuai jadwal yang telah dibagikan oleh guru kelas.
Sekolah juga berupaya memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif meskipun siswa berada di rumah.
“Kami upayakan pelayanan tetap berjalan secara maksimal dan kita akan kontrol bagaimana pembelajaran daring ini harus berjalan dengan efektif dan efisien,” ujarnya.
Program MBG Tetap Dibagikan
Di tengah penerapan PJJ, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan.
Makanan dibagikan sesuai jadwal dengan sistem shift. Orang tua siswa datang ke sekolah untuk mengambil paket makanan dan membawanya pulang.
Dengan skema tersebut, siswa tetap menerima MBG meskipun sementara waktu tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
Sekolah juga berencana melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa selama masa PJJ. Guru dan pihak sekolah akan berkoordinasi untuk melakukan patroli keliling.
“Kami akan mengadakan patroli keliling untuk memastikan bahwa anak-anak kita tidak berkeliaran di luar rumah, melakukan aktivitas yang tidak perlu atau tidak penting,” kata Sakimin.
Apabila harus keluar rumah, siswa diimbau mengenakan masker. Penggunaan kacamata juga disarankan sebagai perlindungan tambahan dari paparan abu vulkanik.





