JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat masih menyelidiki dugaan penipuan berkedok rekrutmen kerja yang terjadi di sebuah ruko di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Grogol Petamburan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum dapat disimpulkan secara terburu-buru.
“Jadi memang, ya enggak bisa buru-buru prosesnya kan. Jadi tim Dinas Ketenagakerjaan juga udah berkunjung ke sana dua hari,” kata Iin melalui sambungan telepon, Jumat (10/7/2026).
Menurut Iin, Pemerintah Kota Jakarta Barat akan memanggil pihak perusahaan maupun para pencari kerja yang mengaku menjadi korban untuk dimintai keterangan.
Para korban sebelumnya mengaku diminta membayar uang sebesar Rp2,5 juta dengan alasan biaya medical check up (MCU) dan seragam kerja.
“Jadi antara perusahaannya dipanggil, sama yang korban atau yang pemohon cari kerja itu. Jadi kan harus masing-masing dipanggil dulu, ditanyain dulu. Gitu. Bisanya minggu depan mereka tuh, Senin atau Selasa gitu,” jelas Iin.
Diduga Hanya Bertindak Sebagai Penyalur
Berdasarkan hasil penelusuran Suku Dinas Ketenagakerjaan Jakarta Barat, terdapat indikasi dugaan penipuan dalam proses perekrutan tersebut.
Namun, Iin menyebut perusahaan yang beroperasi di lokasi diduga hanya berperan sebagai penyalur tenaga kerja.
“Ya kalau dilihat dari cerita yang teman-teman Naker ke sana, itu ternyata udah, sebelumnya udah ada. Tapi sebenarnya mereka hanya penyalur. Gitu,” kata Iin.
“Enggak tahu apakah pusatnya di mana, yang jelas mereka di situ seperti kayak agen gitu loh, penyalur,” sambungnya.





