AS dan Iran Sepakati Pembukaan Selat Hormuz, Diharapkan Dorong Stabilitas Ekonomi Global

WASHINGTON DC — Amerika Serikat (AS) menyatakan kapal-kapal dapat melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan pungutan biaya. Ketentuan tersebut menjadi salah satu poin dalam nota kesepahaman (MoU) damai antara Washington dan Iran yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump.

Pemerintah AS menegaskan Iran harus terlebih dahulu memenuhi komitmen yang telah disepakati sebelum dapat memperoleh manfaat ekonomi dari perjanjian tersebut, sebagaimana dilaporkan AFP, Senin (15/6/2026).

Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf disebut telah menandatangani MoU tersebut secara elektronik pada Minggu (14/6/2026).

Baca Juga :  Baku Tembak di Dekat Konsulat Israel di Istanbul, Satu Penyerang Tewas

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu agenda mendesak mengingat terganggunya jalur pelayaran strategis itu telah memberikan dampak terhadap perekonomian global, termasuk lonjakan harga minyak dunia.

Vance mengatakan kepada CNBC bahwa terdapat kesepahaman dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya dalam jangka panjang.

“Dan hal semacam itulah yang akan kami bahas dalam negosiasi teknis ini,” papar Vance.

Baca Juga :  Prabowo Hadiahkan Baju untuk Anjing Presiden Korea Selatan, Bobby, Saat Kunjungan ke Seoul

Trump, yang tengah menghadiri KTT G7 di Perancis, menyebut naskah kesepakatan kemungkinan akan dipublikasikan setelah Jumat (19/6/2026).

Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, termasuk memastikan jalur pelayaran tersebut bebas dari ranjau.

Seorang pejabat AS mengatakan lalu lintas kapal diperkirakan dapat kembali ke tingkat sebelum konflik dalam beberapa pekan mendatang.

Pos terkait