AS dan Iran Sepakati Pembukaan Selat Hormuz, Diharapkan Dorong Stabilitas Ekonomi Global

Namun demikian, ia menyebut peningkatan aktivitas pelayaran sudah mulai terlihat secara signifikan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyatakan kesepakatan tersebut memungkinkan Teheran memungut biaya layanan maritim terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz, bukan menerapkan “tol” seperti yang berkembang dalam sejumlah pemberitaan.

Potensi Manfaat Ekonomi

Salah satu manfaat ekonomi yang turut dibahas dalam kesepakatan tersebut adalah kemungkinan penyaluran dana rekonstruksi senilai 300 miliar dollar AS untuk Iran yang terdampak perang.

Baca Juga :  Prabowo Setujui Ekspor 250 Ribu Ton Urea ke Australia, PM Albanese Sampaikan Apresiasi

Namun, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada wartawan bahwa pencairan dana tersebut akan bergantung pada kinerja dan kepatuhan Iran terhadap isi kesepakatan.

Di sisi lain, Vance mengakui bahwa dokumen yang ditandatangani saat ini masih berupa kerangka awal dan belum mencakup pembahasan rinci mengenai isu-isu paling kompleks, termasuk program nuklir Iran.

“MoU itu sekitar satu setengah halaman, jadi ini dokumen yang sangat umum,” kata Vance kepada CNN.

Baca Juga :  IAEA Kecam Serangan Drone Dekat Pembangkit Nuklir Barakah di Uni Emirat Arab

Penandatanganan MoU tersebut akan membuka masa perundingan selama 60 hari bagi AS dan Iran untuk menyusun kesepakatan damai yang lebih komprehensif.

Vance dijadwalkan memimpin pembicaraan teknis pada pekan ini dan menghadiri seremoni penandatanganan fisik yang diperkirakan berlangsung di Jenewa, Swiss.

Menantu Trump, Jared Kushner, serta Utusan Khusus Steve Witkoff juga dijadwalkan hadir dalam seremoni tersebut.

Pos terkait