6. Dua Anggota DPRD TTU Membantah Melakukan Intimidasi
Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam kasus ini, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah telah melakukan intimidasi terhadap korban.
Therensius mengakui sempat berbicara dengan nada tinggi karena kondisi keluarga pasien yang panik.
“Tidak ada sedikit pun niat untuk mengintimidasi tenaga medis,” tegas Therensius kepada Kompas.com.
Ia mengatakan situasi mereda setelah Direktris RSU Leona memberikan penjelasan mengenai kondisi pasien dan ketersediaan serum anti-bisa.
Sementara itu, Norbertus menyatakan dirinya bersama rekan-rekannya telah meminta maaf kepada dr. Icha dan pihak rumah sakit sebelum meninggalkan lokasi.
7. Tangis Ayah Pecah Saat Bupati TTU Melayat
Suasana haru terjadi saat Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo datang melayat ke rumah duka pada Sabtu (27/6/2026).
Ayah korban, Gabriel Pakaenoni, memeluk Bupati sambil menangis dan meminta keadilan atas meninggalnya putrinya.
“Kenapa kalian banyak-banyak datang ke sini, Bapak Bupati, saya mohon ampun.”
“Ini Pak Bupati punya anak.”
Gabriel berharap pemerintah daerah membantu mengungkap penyebab meninggalnya dr. Icha.
8. Bupati TTU Bekukan Pengajuan Perpanjangan Izin RS Leona
Merespons kasus tersebut, Bupati TTU memutuskan membekukan sementara seluruh proses administrasi pengajuan perpanjangan izin operasional RSU Leona.
Keputusan itu diambil karena pemerintah daerah menilai manajemen rumah sakit belum memberikan laporan resmi terkait insiden yang terjadi.
“Saya sudah perintahkan untuk bekukan semua pengajuan perpanjangan perizinan yang mereka minta sampai masalah ini selesai,” kata Bupati.
Ia juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan agar memberikan perlindungan kepada tenaga medis saat menjalankan tugas.





