ATLANTA – Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menghadapi persoalan di lini pertahanan menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Krisis di posisi bek kanan semakin terasa setelah Jarell Quansah mengalami cedera saat Inggris mengalahkan Panama 2-0 pada laga terakhir Grup L.
Kemenangan tersebut memastikan The Three Lions melaju ke fase gugur sebagai juara grup. Namun, cedera yang dialami Quansah membuat Tuchel harus segera mencari alternatif sebelum menghadapi Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar.
Sebelumnya, Inggris juga kehilangan sejumlah pemain di posisi yang sama akibat cedera, sehingga pilihan di sektor bek kanan semakin terbatas.
Jarell Quansah Alami Cedera Saat Lawan Panama
Quansah dipercaya tampil sebagai starter menggantikan Reece James yang lebih dulu mengalami cedera. Namun, bek Bayer Leverkusen itu tidak mampu menuntaskan pertandingan.
Pada babak kedua, Quansah terlihat pincang saat meninggalkan lapangan dan langsung menuju ruang perawatan.
Tuchel mengaku belum dapat memastikan tingkat keparahan cedera yang dialami pemain berusia 23 tahun tersebut. Meski demikian, waktu pemulihan yang singkat menjelang babak gugur membuat kondisinya masih menjadi perhatian.
“Cedera pergelangan kaki klasik dan dia kesakitan,” kata Tuchel, dikutip dari BBC, Minggu (28/6/2026).
“Dia mengatakan pernah mengalaminya sebelumnya dan hanya butuh beberapa hari. Kakinya diangkat tinggi dan dikompres dengan es.”
Inggris Kehabisan Opsi di Posisi Bek Kanan
Cedera Quansah menambah daftar pemain belakang Inggris yang bermasalah. Reece James masih diragukan tampil karena mengalami cedera hamstring.
Sebelumnya, Tino Livramento juga telah meninggalkan skuad Piala Dunia akibat cedera betis.
Saat Livramento dicoret dari skuad, Tuchel memilih memanggil Trevoh Chalobah sebagai pengganti. Keputusan tersebut membuat Inggris tidak menambah bek kanan murni seperti Trent Alexander-Arnold.
Dengan kondisi itu, Djed Spence dan Ezri Konsa menjadi dua opsi yang tersedia untuk mengisi posisi bek kanan.





