Efektivitas Sanksi AS Dipertanyakan
Meningkatnya kemampuan negara-negara tersebut dalam menghindari sanksi membuat efektivitas strategi ekonomi Amerika Serikat kembali dipertanyakan.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengakui perlunya evaluasi terhadap kebijakan sanksi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan sanksi perlu diterapkan secara lebih terarah dan tidak berkepanjangan.
“Kami sedang meninjau penetapan sanksi yang sudah usang dan tidak relevan,” kata Bessent.
“Sanksi seharusnya tidak bertahan terlalu lama sehingga dampak yang diinginkan justru menciptakan konsekuensi yang tidak diinginkan.”
Namun, sejumlah pihak menilai masalah utama bukan pada kebijakan sanksi itu sendiri, melainkan pada lemahnya penegakan aturan.
Peneliti senior Center for Research of Terror Financing, Avi Vishnevitz, menyebut celah dalam pengawasan membuat negara target tetap bisa bertahan.
“Sanksi itu sendiri tidak lunak. Yang terbukti terlalu lunak adalah penerapan dan penegakannya,” ujarnya.





