Trump Sebut Ada “Misi Rahasia” di Selat Hormuz, Klaim AS Berhasil Angkut Jutaan Barel Minyak

Centcom Kawal Puluhan Kapal Dagang

Pejabat militer tersebut juga menyinggung laporan yang sebelumnya telah dipublikasikan oleh The New York Times terkait aktivitas pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa United States Central Command (Centcom) mengawal sekitar 70 kapal komersial untuk melintasi kawasan yang dianggap rawan tersebut.

Jumlah kapal yang berhasil melewati jalur itu kini disebut telah melampaui 200 unit dalam waktu sedikit lebih dari satu bulan.

Baca Juga :  Warga Korea Selatan Masih Ragu Punya Anak Meski Pemerintah Beri Banyak Subsidi

Sebelum konflik terjadi, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz rata-rata mencapai sekitar 3.000 kapal setiap bulan.

Gunakan Jalur Aman Dekat Perairan Oman

Para pejabat pertahanan AS menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis kapal maupun koordinat rute yang digunakan dalam operasi tersebut.

Namun, seorang pejabat mengindikasikan bahwa terdapat jalur aman yang sengaja dipetakan menjauhi wilayah pesisir Iran.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko serangan rudal maupun pesawat nirawak (drone) terhadap kapal yang melintas tanpa izin dari Teheran.

Baca Juga :  Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Mulai Kembali ke Rumah

Sejumlah pengamat dan analis perkapalan internasional juga menilai jalur yang digunakan kemungkinan besar berada di sisi selatan Selat Hormuz dan lebih dekat ke wilayah perairan Oman.

Rute tersebut dinilai lebih aman dibandingkan jalur yang berada dekat dengan wilayah teritorial Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pos terkait