Dari hasil investigasi awal, ditemukan tumpukan buih dalam jumlah besar di sekitar bendungan. Berdasarkan informasi yang diterima dari warga, buih tersebut diduga berasal dari limbah pabrik sabun yang berada di wilayah hulu sungai.
“Saya suruh kepala dusun menginvestigasi di lapangan. Ternyata setelah diinvestigasi di lapangan ada satu bendungan. Nah di situ banyak buih. Kalau kata warga itu limbah pabrik sabun. Tapi itu bukan di sini (Percut), hulunya lagi, mungkin daerah Bandar Setia atau di Tembung sana,” ujarnya.
Meski demikian, dugaan tersebut masih berdasarkan informasi dari warga dan belum ada hasil penyelidikan resmi yang memastikan sumber buih tersebut.
Pemdes Lapor ke Dinas Lingkungan Hidup
Pemerintah Desa Percut telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup agar dilakukan investigasi terkait dugaan pencemaran air di Sungai Percut.
Langkah tersebut dilakukan karena pemerintah desa khawatir pencemaran dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat maupun hasil tangkapan nelayan.
“Nah, waktu kejadian ini kita juga sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup. Sudah kita informasikan dan kita juga suruh tolong ditindak lanjuti masalah pencemaran air ini,” kata Asyhari.
Sementara itu, seorang warga Desa Percut, Zainal Abidin (64), mengaku khawatir dengan fenomena tersebut. Ia mengatakan buih putih mulai terlihat sekitar pukul 03.00 WIB dan perlahan menghilang ketika siang hari.
“Macam salju buihnya ini semalam. Ada sampah di sini, di situlah dia bertumpuk-tumpuk, lama-lama habis karena air pasang,” kata Zainal.





