Kronologi Polisi Tewas Diduga Ditembak Rekan Sesama Polisi
Seorang saksi mata berinisial RB yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan, insiden itu terjadi sekitar pukul 17.00 Wita.
Menurutnya, korban bersama sejumlah anggota polisi datang ke Desa Paku setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sesampainya di lokasi, petugas mengamankan seorang yang diduga terlibat dalam gangguan kamtibmas. Namun, beberapa orang lainnya berhasil melarikan diri.
RB menuturkan situasi kemudian memanas ketika terjadi keributan antara anggota polisi dengan seseorang.
“Orang tersebut langsung diringkus dengan pistol di tangan polisi,” ungkap RB.
Tak lama kemudian terdengar suara letusan senjata api, disusul korban yang langsung terjatuh.
Menurut RB, jarak tembakan yang mengenai korban sangat dekat.
“Jaraknya lumayan dekat, karena korban waktu itu berdiri di depan mobil,” ujarnya.
Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit setelah mengalami luka tembak di bagian dada.
Bidpropam Polda Sulut dan Satreskrim Lakukan Penyelidikan
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan menjelaskan, peristiwa itu bermula saat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolaang Mongondow Utara menerima laporan masyarakat mengenai keributan yang diduga melibatkan sejumlah orang bersenjata tajam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tiga personel URC yang dipimpin Brigpol RT langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.
Saat petugas berupaya mengamankan para terduga pelaku, salah seorang di antaranya diduga hendak menyerang korban menggunakan senjata tajam.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Bolaang Mongondow Utara sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado.
“Namun, dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Manado, Briptu EM dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.15 Wita,” ujar Alamsyah, dikutip dari TribunManado, Senin (29/6/2026).
Ia menegaskan, Bidpropam Polda Sulut bersama Satreskrim Polres Bolaang Mongondow Utara masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut.
Seluruh personel yang berada di lokasi telah dimintai keterangan guna memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional, objektif, dan transparan.
Selain itu, polisi juga masih memburu dua terduga pelaku yang melarikan diri. Sementara seorang terduga pelaku lainnya telah diamankan dan menjalani proses hukum.





