Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menilai kompetensi manajerial seharusnya dibangun melalui lembaga inkubasi bisnis atau pelatihan profesional, bukan melalui pendidikan militer.
Ia juga menegaskan bahwa nilai kedisiplinan tidak hanya dimiliki institusi militer.
“Nilai disiplin bersifat universal menjangkau semua profesi, bukan hanya milik militer. Jadi, menurut saya, sebelum nyawa kembali hilang, hentikan ini, dan kemudian duduk kembali, pikirkan kembali bagaimana seharusnya koperasi itu dimaknai,” tegasnya.
DPR Minta Program Dievaluasi
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, turut meminta pemerintah menghentikan sementara program Latsarmil bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kampung Nelayan Merah Putih untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Saya secara pribadi Fraksi PKB, ini merekomendasikan dihentikan aja dulu, kemudian dilakukan evaluasi total terhadap pola pembinaan maupun pelatihan terhadap calon-calon manajer ini,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pelatihan pemerintah.
“Satu nyawa saja yang hilang sangat bernilai. Apalagi sekarang ini sudah ada lima calon manajer Kopdes-Kampung Nelayan yang dilaporkan meninggal dunia. Mau sampai berapa nyawa lagi yang dilaporkan hilang saat mengikuti pelatihan dasar militer tersebut?” katanya.
Daftar Lima Peserta Latsarmil yang Meninggal
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, lima peserta yang dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti program Latsarmil adalah:
- Anisa Muyassaroh, peserta Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, diduga meninggal akibat heat stroke.
- Yonanda Muhammad Taufiq, peserta Satdik Puslatpur Kodiklat Baturaja, dilaporkan meninggal akibat henti jantung.
- Novia Rahmadhani Sihotang, peserta Satdik Pusbahasa Kodiklat Angkatan Udara Jakarta, meninggal karena tuberkulosis (TB).
- Muhammad Rifki Reynaldi Gunawan, peserta Satuan Pendidikan Yon Para Raider 465 Halim Perdanakusuma, meninggal akibat pneumonia yang disertai komplikasi medis.
- Nola Diasari, tercatat sebagai salah satu peserta yang meninggal dunia berdasarkan data Kementerian Pertahanan.
Hingga kini, desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) kesehatan maupun metode pelatihan fisik dalam program Latsarmil terus mengemuka dari berbagai kalangan.





