NEW YORK CITY – Suasana diplomatik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memanas setelah Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, terlibat adu mulut dengan pejabat tinggi PBB dalam sidang terbuka di New York, Amerika Serikat, Jumat (19/6/2026).
Insiden tersebut terjadi dalam pertemuan yang digelar untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik. Ketegangan dipicu oleh kritik keras Israel terhadap sejumlah laporan PBB yang menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan dalam konflik.
Israel Minta Utusan Khusus PBB Mengundurkan Diri
Dalam forum tersebut, Danny Danon secara terbuka meminta Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kekerasan Seksual dalam Konflik, Pramila Patten, mundur dari jabatannya.
Danon menuding laporan yang disusun Patten bersifat tidak objektif dan menunjukkan keberpihakan terhadap Israel.
“Anda tunduk pada obsesi sekretaris jenderal yang menargetkan Israel,” ujar Danon, merujuk pada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi dari pejabat PBB lainnya yang hadir dalam sidang.
Pejabat PBB Lakukan Interupsi
Ketegangan semakin meningkat ketika Vanessa Frazier, perwakilan PBB untuk urusan anak-anak dan konflik bersenjata, menyela jalannya sidang.
Frazier menolak tudingan yang dilontarkan Danon dan menegaskan bahwa laporan yang diterbitkan PBB didasarkan pada bukti yang telah diverifikasi.
Ia meminta agar serangan yang bersifat personal terhadap pejabat PBB dihentikan.
Namun interupsi tersebut justru memicu respons lebih keras dari Danon.





