Danny Danon Bentak Pejabat PBB
Dalam momen yang tidak biasa dalam forum diplomatik internasional, Danon membalas dengan nada tinggi dan meminta Frazier menghentikan interupsinya.
“Kami adalah negara anggota, dan Anda bekerja untuk PBB. Anda harus diam sekarang. Anda dan laporan memalukan itu harus diam,” tegas Danon.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu insiden paling tegang dalam sidang terbuka PBB tahun ini dan menunjukkan memburuknya hubungan antara Israel dan sejumlah institusi di bawah naungan PBB.
Dipicu Laporan PBB Soal Israel
Adu mulut itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait sejumlah laporan PBB yang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap warga sipil Palestina.
Pekan ini, Vanessa Frazier merilis laporan atas nama Sekretaris Jenderal PBB yang memperingatkan bahwa kelompok pemukim Israel berpotensi dimasukkan ke dalam daftar hitam global terkait pelanggaran terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata.
Laporan tersebut juga menyoroti peningkatan kasus pelanggaran terhadap anak-anak Palestina yang disebut mengalami lonjakan signifikan.
Israel saat ini telah masuk dalam lampiran laporan PBB yang dikenal luas sebagai “daftar rasa malu” (list of shame) terkait dugaan pelanggaran terhadap anak-anak dalam konflik.
Israel Ancam Putus Hubungan dengan Guterres
Reaksi keras Israel terhadap PBB sebenarnya sudah muncul sejak laporan yang disusun Pramila Patten diterbitkan beberapa waktu lalu.
Saat itu, Danon menyebut laporan tersebut sebagai “titik terendah baru” dalam hubungan antara Israel dan PBB.
Kementerian Luar Negeri Israel bahkan menyatakan siap memutus seluruh hubungan dengan Antonio Guterres, yang masa jabatannya sebagai Sekjen PBB akan berakhir pada akhir tahun ini.
Meski menjadi sasaran kritik Israel, laporan-laporan PBB tersebut tidak hanya menyoroti Israel. Kelompok Hamas juga tercantum dalam daftar hitam yang sama terkait dugaan pelanggaran selama konflik berlangsung.





