Pemerintah Rusia memutuskan untuk memperpanjang kebijakan larangan ekspor bensin hingga akhir tahun 2026 guna menjaga stabilitas pasokan dan memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di pasar domestik.
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh pelaku usaha, baik perusahaan produsen maupun nonprodusen. Keputusan perpanjangan larangan ekspor bensin disepakati oleh para pejabat pemerintah pusat dalam pertemuan yang digelar di Omsk, Siberia.
Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengonfirmasi bahwa pembatasan ekspor akan tetap diberlakukan hingga penghujung tahun ini.
“Ini berarti akan diperpanjang hingga akhir tahun,” ujar Alexander Novak pada Sabtu (25/7/2026), sebagaimana dikutip dari Anadolu.
Utamakan Stabilitas Pasar BBM Domestik
Novak menjelaskan, larangan ekspor bensin akan dicabut secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasar domestik. Kebijakan ini diterapkan agar kilang-kilang minyak di Rusia tidak menghadapi kendala berupa penumpukan kelebihan pasokan maupun penurunan volume pengolahan.
Apabila kebutuhan BBM dalam negeri telah sepenuhnya terpenuhi, pemerintah Rusia berencana kembali memprioritaskan ekspor bahan bakar diesel. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga operasional kilang minyak nasional agar tetap berjalan secara optimal.
Dengan demikian, kapasitas produksi kilang dapat terus dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengganggu pasokan energi untuk kebutuhan masyarakat di dalam negeri.
Serangan Ukraina Jadi Salah Satu Faktor
Meningkatnya intensitas serangan Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak Rusia dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu faktor yang mendorong Moskwa secara berkala menerapkan pembatasan ekspor BBM.
Sebelumnya, larangan ekspor bensin bagi produsen dalam negeri telah diberlakukan sejak April dan semula dijadwalkan berakhir pada 31 Juli 2026. Selain itu, pemerintah Rusia juga menerapkan larangan total ekspor bahan bakar diesel pada awal bulan ini untuk memperkuat pasokan domestik.
Meski situasi ketersediaan bahan bakar secara bertahap mulai membaik, Novak menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa pasar BBM nasional telah sepenuhnya stabil.
“Di beberapa wilayah, terutama di Siberia, situasinya masih cukup sulit, bisa dibilang begitu,” jelasnya.
“Saya yakin situasi ini bersifat sementara dan akan mereda, dan segala upaya sedang dilakukan untuk memastikan hal itu,” lanjut Novak.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Rusia membuka opsi untuk mendatangkan kelebihan produk minyak bumi dari Kazakhstan apabila sewaktu-waktu diperlukan guna menopang kebutuhan energi domestik.





