BALIKPAPAN – Kepolisian tengah menyelidiki dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru sekolah dasar (SD) di Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan setelah menegur seorang siswa yang merokok saat masih mengenakan seragam sekolah.
Korban diketahui bernama Muh. Afdal, guru olahraga di SDN 017 Teritip. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Lapangan Tembak Lambada RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, pada Selasa (21/7/2026) siang.
Kapolsek Balikpapan Timur AKP Muhammad Chusen membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
“Terkait dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, itu memang benar terjadi. Korban juga sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Balikpapan Timur,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Menurut Chusen, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta mengantar korban menjalani visum et repertum.
“Langkah awal sudah kami lakukan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan mengantar korban untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum. Saat ini prosesnya sedang berjalan dalam tahap penyelidikan dan penyidikan,” jelasnya.
Dibuntuti hingga Rumah usai Menegur Siswa yang Merokok
Peristiwa bermula saat Muh. Afdal melintas di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip. Saat itu, ia melihat seorang siswa berseragam sekolah mengendarai sepeda motor sambil merokok.
Sebagai tenaga pendidik, korban kemudian memberikan teguran secara lisan agar siswa tersebut menjaga etika dan tidak merokok saat masih mengenakan seragam sekolah.
“Informasi yang beredar memang pemicunya karena korban menegur anak tersebut saat merokok lalu terjadi perlawanan. Namun ini semua masih dalam pendalaman tim di lapangan,” ucap Chusen.
Teguran tersebut justru direspons keras oleh siswa yang bersangkutan.
“Kenapa kamu tegur saya? Orangtua saya saja tidak pernah marahi saya,” ujar siswa tersebut seperti ditirukan Chusen.
Melihat situasi mulai ramai dan menarik perhatian warga sekitar, korban memilih meninggalkan lokasi guna menghindari keributan.
Namun, siswa tersebut bersama dua rekannya, orangtua, serta seorang pamannya diduga membuntuti korban hingga ke Jalan Lapangan Tembak Lambada RT 33.
Setibanya di lokasi, Muh. Afdal berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Ia meminta maaf dan menegaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran secara lisan tanpa melakukan kontak fisik.





