Kondisi Keluarga Disebut Penuh Permasalahan
Menurut Kusnaedi, persoalan yang terjadi dalam keluarga tidak hanya melibatkan Taufik.
Ia menyebut salah satu kakak pelaku juga kerap membuat masalah dan mengalami berbagai persoalan dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan.
“Yang kedua suka mabok, kerja juga dipecat. Punya istri sudah dua kali cerai, anak satu, sering ancam orang berkelahi,” katanya.
Sementara itu, adik bungsu Taufik disebut meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan.
“Yang bungsu meninggal karena over dosis, minum obat-obatan sampai meninggal dunia,” ungkapnya.
Ayah Pelaku Mengaku Pernah Menjadi Korban Kekerasan
Fakta lain yang terungkap adalah pengakuan ayah kandung Taufik, Tata, yang mengaku pernah mengalami kekerasan dari anaknya sendiri.
Menurut Tata, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang bekerja di sawah.
“Saya pernah dipukul kepala pakai kayu. Waktu itu saya lagi macul di sawah, dia di rumah lagi nganggur, mau makan gak ada apa-apa,” tuturnya.
Ia mengatakan Taufik datang ke lokasi dan langsung melakukan pemukulan hingga dirinya terjatuh.
“Dia datang ke sawah, langsung mukul, ngagebru (jatuh). Untung saya ada temen dua, mau mukul lagi dihalangin,” ucapnya.
Setelah kejadian itu, Taufik disebut sempat meninggalkan rumah selama beberapa hari sebelum akhirnya kembali dan meminta maaf.
Kasus Penganiayaan Masih Didalami Polisi
Sementara itu, Taufik Hidayat telah diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR selama kurang lebih dua tahun.
Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena berbagai keterangan yang muncul menunjukkan dugaan pola kekerasan yang berulang, baik di lingkungan keluarga maupun terhadap orang lain.





