Tambahan anggaran pada pos belanja pegawai akan digunakan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Polri.
“Belanja pegawai sebesar Rp4,5 triliun rupiah yang diprioritaskan untuk pemenuhan perubahan batas usia pensiun, pemenuhan kenaikan remunerasi 80 persen, pemenuhan kekurangan gaji rutin dan tunjangan, rencana intake Polri untuk tahun anggaran 2027,” kata Dedi.
Persiapan Pengamanan Pemilu 2029
Sementara itu, tambahan anggaran belanja barang sebesar Rp20,9 triliun akan difokuskan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan berbagai agenda nasional.
Menurut Dedi, anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pembiayaan BBM dan listrik, dukungan operasional Bhabinkamtibmas, peningkatan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, serta pengadaan perlengkapan untuk pengamanan Pemilu 2029.
“Yang diprioritaskan untuk pembiayaan BMP dan listrik tahun anggaran 2026, penambahan alokasi anggaran dukops Bhabinkamtibmas, pengadaan perlengkapan dalam rangka persiapan pengamanan Pemilu tahun 2029, penambahan alokasi anggaran lidik sidik tindak pidana,” ujarnya.
Selain itu, anggaran juga akan digunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, operasional satuan kerja baru, Operasi Damai Cartenz, Operasi Lilin, Operasi Ketupat, penanggulangan bencana, pengamanan VVIP, hingga penyelenggaraan kegiatan nasional maupun internasional.
Pengadaan Kendaraan Listrik dan Pembangunan Mako
Pada pos belanja modal, Polri mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp40,6 triliun untuk memperkuat infrastruktur dan fasilitas penunjang pelayanan kepolisian.





