Polisi Analisis CCTV dan Periksa Lebih dari 15 Saksi
Selain menghimpun keterangan saksi, penyidik juga terus menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) yang telah diamankan dari sejumlah lokasi.
Menurut Febri, rekaman CCTV tidak hanya berasal dari sekitar lokasi penemuan korban, tetapi juga dari jalur yang dilalui korban sebelum tiba di tempat bertugas.
“Kalau untuk CCTV, kami sudah ada beberapa CCTV yang kami dapatkan dan ada hasil dari situ. Sekarang proses analisa CCTV pun juga masih berjalan,” ujarnya.
Febri mengatakan kepolisian belum dapat memastikan kapan kasus tersebut akan terungkap. Namun, ia memastikan seluruh rangkaian penyelidikan akan dilakukan secara maksimal.
“Kepastian itu hanya milik Allah. Kami manusia biasa, kepolisian memang punya kewajiban untuk mengungkap. Tapi untuk kepastian waktunya kami tidak bisa memastikan. Cuma yang kami pastikan, rekan-rekan dan masyarakat sekitar bisa membantu kami, baik secara moril maupun dukungan doa,” kata Febri.
Hingga kini, Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa lebih dari 15 orang saksi. Polisi juga masih mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian Sumarna, yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi kedua tangan terborgol di kawasan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026).





