Prabowo Langsung Kumpulkan KSSK
Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto langsung mengumpulkan seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, guna membahas situasi terkini pasca pengunduran diri Perry Warjiyo.
Mereka yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Pjs Gubernur BI Destry Damayanti, hingga CEO Danantara Rosan Roeslani.
Destry Damayanti mengungkapkan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar KSSK terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah.
“Tadi kami membahas arahan dari Pak Presiden juga bahwa kami yang diundang ini KSSK ya. KSSK plus ada Danantara tadi. Jadi intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus di dalam KSSK-nya juga terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama,” ujar Destry usai pertemuan.
“Khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan di mana masing-masing kita ada kebijakan yang bisa harus kita koordinasikan,” imbuhnya.
BI Pastikan Kebijakan Perry Warjiyo Tetap Berlanjut
Destry Damayanti juga menegaskan bahwa pelaku pasar tidak perlu panik menyikapi pengunduran diri Perry Warjiyo. Ia memastikan Bank Indonesia tetap akan melanjutkan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya, termasuk kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik dengan melalui intervensi di spot, di NDF. Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial kami. Dan sekali lagi juga tentunya sesuai dengan keputusan RDG bulanan kami di bulan Juli ini,” kata Destry.
Selain menjaga stabilitas pasar keuangan, BI juga berharap arus investasi dan modal yang masuk ke Indonesia dapat terus meningkat.
Menurut Destry, Bank Indonesia akan tetap memberikan berbagai insentif untuk mendukung masuknya arus modal asing, salah satunya melalui penurunan biaya hedging.
“Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan dan juga di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial. Jadi kami berlima dengan ADG yang lain akan terus komitmen dan terus melanjutkan keberlangsungan tugas kami sesuai dengan amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia,” ujarnya.
Destry turut meminta dukungan seluruh pihak agar kondisi pasar keuangan Indonesia dapat segera kembali pulih dan berjalan normal pasca pengunduran diri Perry Warjiyo.
Pemerintah dan Bank Indonesia pun memastikan proses transisi kepemimpinan di bank sentral akan tetap menjaga kesinambungan kebijakan moneter demi mempertahankan stabilitas ekonomi nasional.





