Pengurus Perbakin Surabaya Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan Atlet Tembak, Les Privat Dibekukan

Korban Mengalami Trauma

Jefri mengaku sebelumnya beberapa kali menerima permintaan dari putrinya untuk berhenti mengikuti latihan menembak. Namun, korban tidak pernah menjelaskan alasan di balik keinginannya tersebut.

“Saya bilang jangan dulu karena eman (disayangkan) kan habis ini mau ada Porprov (Pekan Olahraga Provinsi), dia enggak pernah bilang kenapanya,” ungkapnya.

Baru pada Senin (8/6/2026), korban akhirnya menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya kepada ibu dan pamannya.

Baca Juga :  Dua WN China Bertopeng Lionel Messi Bobol Rumah Mewah di Bogor, Kerugian Capai Rp1 Miliar

“Mungkin karena dia lebih takut ke saya, jadi setelah saya diberitahu istri apa saja yang terjadi, ya saya kaget,” ujar Jefri.

Keesokan harinya, keluarga korban melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Saat ini korban disebut mengalami trauma dan memilih menghentikan aktivitas latihan menembak.

Baca Juga :  Komisi V DPR Panggil Kemenhub, KNKT, Pelindo Bahas Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

“Saat ini dia (korban) banyak diam di rumah, enggak berani keluar. Dia juga berhenti latihan, lihat lapangan tembaknya saja sudah trauma. Sekarang persiapan mau ke SMA,” katanya.

Jefri berharap proses hukum berjalan maksimal sehingga korban mendapatkan perlindungan dan keadilan.

“Kalau bisa pelaku hukuman mati saja, supaya peristiwa ini tidak dialami korban-korban lainnya,” pungkasnya.

Pos terkait