Pemuda Penambang Timah di Belitung Ditemukan Tewas Mengapung, Sempat Hilang Usai Beristirahat di Atas Ponton

Tim SAR Lakukan Penyisiran

Setelah korban dinyatakan hilang, keluarga bersama warga sekitar lebih dahulu melakukan pencarian di sekitar area kolong tambang. Namun hingga Sabtu malam, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Karena korban belum juga ditemukan, Kepala Desa Bantan, Suhandi, melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang untuk meminta bantuan pencarian.

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Belitung bersama Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan ke lokasi kejadian.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Terjang OKU Selatan, 4 Sekolah Rusak dan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

“Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Belitung dan Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan menuju ke lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi tambang rakyat Dusun Bantan dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk operasi pencarian,” ungkap Mikel.

Usai berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat, Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sekitar kolong tambang.

Baca Juga :  Pembunuhan Pemilik Bengkel di Banyumas Direncanakan Sejak Januari, Berawal dari Santet hingga Rencana Suntik Racun

Pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan sekitar pukul 02.56 WIB dalam kondisi mengambang di permukaan air, tidak jauh dari lokasi terakhir terlihat (last known position/LKP).

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bersinergi di lapangan,” kata Mikel.

Pos terkait