Pedagang Daging Sapi di Salatiga Mogok Jualan, Dispangtan Cari Pasokan ke Kabupaten Sekitar

SALATIGA – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga merespons keluhan pedagang terkait kelangkaan daging sapi yang terjadi di wilayah tersebut. Kondisi ini bahkan membuat para pedagang memutuskan untuk mogok berjualan.

Kepala Dispangtan Salatiga, Enny Endang Surtiani, mengatakan kebutuhan daging sapi di Kota Salatiga mencapai sekitar 15 ekor sapi per hari. Namun, jumlah sapi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dalam beberapa waktu terakhir hanya berkisar antara sembilan hingga 11 ekor per hari.

“Kebutuhan sekitar 15 ekor sapi per hari. Namun yang dipotong di RPH beberapa waktu ini antara sembilan hingga 11 ekor per hari,” kata Enny, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :  Indonesia Produksi dan Ekspor Mobil Mesin Etanol ke Brasil, Amran: Bahan Bakar dari Ubi dan Jagung Dalam Negeri

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dispangtan Salatiga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten sekitar guna mencari pasokan sapi yang masih memiliki surplus dengan harga terjangkau.

“Kita juga berkomunikasi dengan para blantik yang suplai sapi di RPH Salatiga, terkait stok sapi di Salatiga dan sekitarnya. Termasuk juga menggali informasi kenaikan harga bobot hidup per kilogram untuk sapi,” ujarnya.

Selain itu, Dispangtan juga mengimbau pengusaha cold storage agar tidak menjual stok daging sapi ke luar daerah, khususnya Jakarta, dan lebih mengutamakan kebutuhan pasar lokal Salatiga.

Baca Juga :  IPO SpaceX Dongkrak Kekayaan Elon Musk, Lampaui Gabungan Harta Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg

Enny juga menyebutkan bahwa pengusaha kuliner dan masyarakat dapat menggunakan bahan pengganti seperti ayam atau kambing yang saat ini harganya relatif lebih rendah.

Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan

Sebelumnya, pedagang daging sapi di Pasar Raya Kota Salatiga sepakat untuk tidak berjualan selama lima hari, yakni mulai Senin (22/6/2026) hingga Jumat (26/6/2026). Aksi ini dilakukan akibat harga daging sapi yang terus meningkat.

Pos terkait