Danantara Indonesia Trust Resmi Gandeng Tiga Mitra Strategis untuk Program Sosial Berkelanjutan

Jakarta — Danantara Indonesia Trust resmi meluncurkan kemitraan strategis dengan menandatangani nota kesepahaman bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Yayasan Karya Salemba Empat, serta Indonesia Heritage Agency pada Senin (25/5).

Sebagai unit filantropi, Danantara Indonesia Trust akan difokuskan pada sektor kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air, sanitasi, dan higiene (WASH) guna mendukung program sosial berkelanjutan di Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menargetkan unit tersebut dapat menerima pendanaan filantropi minimal 1 persen dari total dividen BUMN yang diterima Danantara setiap tahunnya.

Selain itu, Rosan mengungkapkan bahwa Danantara Indonesia Trust telah memperoleh pendanaan awal sebesar US$100 juta atau setara Rp1,77 triliun dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS.

“Kami menargetkan setiap tahunnya paling tidak 1 persen dari total dividen yang kami terima dari seluruh BUMN yang ada,” ujar Rosan usai peluncuran kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Senin (25/5).

Sebagai informasi, Danantara Indonesia Trust resmi dibentuk pada Oktober 2025 sebagai unit filantropi Danantara Indonesia yang bertujuan mendorong dampak pembangunan sosial di Indonesia.

Baca Juga :  Ekonomi Jambi 2025 Tumbuh 4,93 Persen, Sektor Tambang dan Pertanian Jadi Penopang Utama

Pada kerja sama perdananya, Danantara Indonesia Trust menyalurkan dukungan sekitar Rp250 miliar untuk program kesehatan ibu dan anak. Dukungan tersebut mencakup pengadaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin (cold chain) vaksin, serta bantuan suplemen gizi mikro bagi ibu hamil dan ibu nifas.

Selain sektor kesehatan, kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat mencakup program beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu. Sementara itu, kolaborasi dengan Indonesia Heritage Agency diarahkan untuk pengembangan perpustakaan dan ruang pembelajaran publik di Museum Nasional.

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan bahwa Danantara Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Gates Foundation dalam membangun pengembangan kelembagaan dan tata kelola filantropi.

“Bagaimana kita membuat Danantara Trust ini menjadi filantropi yang kredibel, relevan, transparan, dan memiliki tata kelola yang tinggi,” jelasnya.

Ia menegaskan program-program yang dijalankan Danantara Indonesia Trust diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang positif, berkelanjutan, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pemerintah Tahan Kenaikan Harga BBM dan LPG Subsidi di Tengah Krisis Global

Rosan juga berharap Danantara Indonesia Trust tidak hanya menjadi lembaga pemberi dukungan pendanaan, tetapi juga mampu berperan sebagai katalis dan ecosystem enabler untuk memperkuat kolaborasi sosial lintas sektor.

“Kami harapkan ini adalah awal. Insya Allah ke depan kami akan lebih banyak menggandeng mitra dan partner lainnya,” kata Rosan.

Sementara itu, Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, mengatakan pihaknya saat ini tengah membangun sistem tata kelola, struktur organisasi, mekanisme pengawasan, serta kerangka monitoring, evaluation, and learning (MEL) guna memastikan efektivitas program.

“Kami percaya mandat jangka panjang ini dapat dijalankan secara kredibel apabila dibangun dengan tata kelola yang baik sejak awal,” ujar Nuraini.

Ia menambahkan, Danantara Indonesia Trust juga melakukan pembelajaran dan diskusi bersama sejumlah sovereign wealth fund, institusi filantropi, serta mitra pembangunan di tingkat nasional maupun global.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memperkuat dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

Pos terkait