ompolnas Ungkap Dugaan 3 Polisi Dibunuh Jaringan Narkoba di Katingan, Korban Alami Retak Tengkorak dan Pendarahan Dalam

Kericuhan Dipicu Teriakan Keluarga Target Operasi

Dalam kesempatan yang sama, Anam menjelaskan kericuhan bermula saat personel kepolisian mendatangi lokasi penggerebekan sesuai prosedur dan membawa surat tugas resmi.

“Jadi, ketika petugas datang sudah sesuai SOP dan menunjukkan surat tugas resmi,” jelas Anam, dikutip dari Antara, Selasa.

“Namun, pihak keluarga target operasi justru meneriaki petugas dan mengatakan petugas merupakan perampok,” lanjutnya.

Menurut Anam, teriakan tersebut memancing kedatangan warga yang masih memiliki hubungan keluarga maupun kerabat dekat dengan bandar sabu yang menjadi target operasi.

Situasi yang semakin tidak terkendali membuat personel Polres Katingan berupaya menyelamatkan diri dengan berenang menuju Sungai Katingan.

Baca Juga :  KPK Ungkap Maktour dan Kesthuri Diduga Atur Kuota Haji Khusus, Raup Untung Miliaran Rupiah

“Dalam kericuhan itu ada personel yang mengalami luka-luka sehingga mereka melarikan diri dengan berenang ke sungai,” ungkap Anam.

Ia menjelaskan, para personel sempat berenang sekitar 500 meter sebelum kembali ke daratan. Namun, mereka disebut masih dikejar oleh para terduga pelaku bersama keluarga dan kerabatnya.

“Hingga kejadian itu membuat tiga orang personel meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal di darat, kemudian dibuang ke sungai,” terang Anam.

Warga Keluhkan Perilaku Keluarga Bandar Narkoba

Kompolnas juga mengungkap hasil penelusuran sosial di lingkungan sekitar lokasi kejadian.

Menurut Anam, keluarga bandar narkoba yang menjadi target operasi disebut memiliki rekam jejak yang kurang baik di tengah masyarakat. Warga dikabarkan kerap mengeluhkan tindakan intimidatif yang dilakukan, termasuk mendatangi rumah-rumah warga sambil membawa senjata tajam.

Baca Juga :  Jabatan Sebagai Wakil Dekan UIN STS Dicopot Sementara, Ternyata DK Merupakan Kandidat Komisaris Independen Bank 9 Jambi

Setelah insiden tersebut, perangkat desa, tokoh adat, dan masyarakat setempat disebut menyampaikan apresiasi kepada kepolisian atas upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Berkaca dari kasus itu, Anam meminta penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah menerapkan pasal berlapis kepada seluruh pihak yang diduga terlibat.

“Kami meminta jajaran Ditreskrimum Polda Kalimantan Tengah untuk menerapkan pasal berlapis yang paling berat kepada seluruh pelaku yang terlibat, baik yang mengeksekusi di lapangan maupun aktor yang memerintahkan,” pungkasnya.

Pos terkait