Nestapa Kakak Beradik di Sumedang Disiram Air Keras, Pelaku Selingkuhan Ibu Korban Kesal Soal Utang

Dua Kali Menyerang di Waktu Berbeda

Berdasarkan hasil penyelidikan Satreskrim Polres Sumedang, pelaku melakukan aksinya dalam dua kejadian terpisah dengan sasaran anak dari keluarga yang sama.

Korban Pertama: QS (6)

Peristiwa pertama terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu QS baru pulang dari rumah kerabatnya di Kecamatan Wado. Ketika hendak buang air kecil di sekitar rumah, pelaku diduga mendekati korban lalu menyiramkan cairan air aki ke bagian wajahnya sebelum melarikan diri.

Korban Kedua: RF (9)

Sebulan kemudian, tepatnya Senin, 15 Juni 2026 sekitar pukul 15.15 WIB, kakak korban berinisial RF menjadi sasaran berikutnya.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Aceh Utara, 58 Hunian Sementara Korban Banjir Rusak

Korban baru pulang bermain sepak bola ketika pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan serupa ke tubuhnya. Akibatnya, pakaian korban hangus dan mengalami luka bakar serius.

Sebelum identitas pelaku terungkap, polisi sempat menduga aksi tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah mengatakan penyidik telah memeriksa sedikitnya delapan saksi, termasuk keluarga korban, serta mengamankan pakaian korban yang terbakar sebagai barang bukti.

Korban Jalani Pemulihan di Rumah Aman

Saat ini kedua korban telah dipindahkan ke rumah aman yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang.

Baca Juga :  BEM UI Belum Ikut Demo Mahasiswa di Jakarta, Fokus Evaluasi dan Susun Gerakan Baru

Selain menjalani perawatan medis, keduanya juga mendapatkan pendampingan psikologis untuk membantu memulihkan trauma akibat kejadian tersebut.

“Kondisi dua anak yang menjadi korban penyiraman air keras jenis aki tersebut saat ini dalam tahap pemulihan baik fisik maupun psikis pasca-kejadian,” kata Sandityo.

Menurutnya, kondisi korban terus menunjukkan perkembangan positif meski masih membutuhkan pendampingan intensif.

“Kondisi kedua korban terus membaik dan telah diamankan di rumah aman. Mereka mendapatkan pendampingan trauma healing, hal ini dilakukan untuk memulihkan psikis kedua korban,” tambahnya.

Pos terkait