Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab Penumpukan 3.100 Kontainer di Tanjung Priok, Minta Bea Cukai Operasi 24 Jam

Lonjakan impor jadi pemicu

Berdasarkan informasi yang diterima Kementerian Keuangan, penumpukan tersebut diduga dipicu oleh lonjakan impor pada April 2026.

Purbaya menilai peningkatan impor tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi. Namun, kenaikan arus barang harus diimbangi kesiapan layanan logistik agar tidak menimbulkan hambatan baru bagi dunia usaha.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Capai Rp7.784 Triliun pada April 2026, Naik Rp113 Triliun

“Katanya begitu, impor yang tinggi di bulan April. Jadi kalau itu sih bagus, tapi kita harus siap. Nggak boleh barangnya menumpuk sebanyak ini, kita maintain di level yang normal,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan pelabuhan tidak menjadi bottleneck atau titik kemacetan dalam rantai pasok nasional saat aktivitas ekonomi dan impor meningkat.

Baca Juga :  BPS: Satu dari Tiga Pekerja Indonesia Belum Bekerja Penuh, 49,21 Juta Orang Masih Kekurangan Jam Kerja

“Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal,” tuturnya.

Pos terkait