Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab Penumpukan 3.100 Kontainer di Tanjung Priok, Minta Bea Cukai Operasi 24 Jam

Lonjakan impor jadi pemicu

Berdasarkan informasi yang diterima Kementerian Keuangan, penumpukan tersebut diduga dipicu oleh lonjakan impor pada April 2026.

Purbaya menilai peningkatan impor tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi. Namun, kenaikan arus barang harus diimbangi kesiapan layanan logistik agar tidak menimbulkan hambatan baru bagi dunia usaha.

Baca Juga :  BRI Peduli Salurkan Proyektor dan Alat Tulis untuk SD di Bandung, Dukung Pendidikan di Hardiknas 2026

“Katanya begitu, impor yang tinggi di bulan April. Jadi kalau itu sih bagus, tapi kita harus siap. Nggak boleh barangnya menumpuk sebanyak ini, kita maintain di level yang normal,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan pelabuhan tidak menjadi bottleneck atau titik kemacetan dalam rantai pasok nasional saat aktivitas ekonomi dan impor meningkat.

Baca Juga :  Pertamina dan Toyota Siap Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung, Target Mulai Konstruksi 2026

“Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal,” tuturnya.

Pos terkait