Lonjakan impor jadi pemicu
Berdasarkan informasi yang diterima Kementerian Keuangan, penumpukan tersebut diduga dipicu oleh lonjakan impor pada April 2026.
Purbaya menilai peningkatan impor tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi. Namun, kenaikan arus barang harus diimbangi kesiapan layanan logistik agar tidak menimbulkan hambatan baru bagi dunia usaha.
“Katanya begitu, impor yang tinggi di bulan April. Jadi kalau itu sih bagus, tapi kita harus siap. Nggak boleh barangnya menumpuk sebanyak ini, kita maintain di level yang normal,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan pelabuhan tidak menjadi bottleneck atau titik kemacetan dalam rantai pasok nasional saat aktivitas ekonomi dan impor meningkat.
“Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal,” tuturnya.





