Kementerian ESDM: Harga BBM Nonsubsidi Akan Turun Jika Harga Minyak Dunia Turun

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan bahwa penurunan harga minyak dunia akan berdampak pada penurunan harga BBM nonsubsidi. Sebaliknya, apabila harga minyak global meningkat, maka harga BBM nonsubsidi juga akan mengalami penyesuaian.

“Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun. Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya,” ujar Dwi di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Mulai Kelola Pabrik CPO dan PLTS pada Agustus 2026, Menteri Ferry: Koperasi Kini Bisa Masuk Sektor Strategis

Menurut Dwi, mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi, baik yang dijual Pertamina maupun SPBU swasta, mengikuti harga pasar dan mempertimbangkan faktor keekonomian.

Karena itu, perubahan harga minyak mentah dunia akan berpengaruh langsung terhadap harga jual BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin Usaha BPR Ceper Permata Artha di Klaten, Pengurus Gagal Lakukan Penyehatan

Dwi menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terjadi saat ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kondisi pasar energi global.

“Namun balik lagi, kita tahu kondisi saat ini kenaikan harga BBM non-subsidi ini memang sudah berlangsung. Kalau kita bicara negara-negara kawasan di tetangga sudah jauh lebih dulu mengalami kenaikan, penyesuaian,” tuturnya.

Pertamax Sempat Dipertahankan

Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga menyinggung kebijakan pemerintah yang sempat mempertahankan harga Pertamax di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Pos terkait