BARITO TIMUR – Kepolisian masih menyelidiki kasus pembongkaran 14 makam di Tempat Pemakaman Kristen Protestan dan Advent, Desa Lebo, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Peristiwa tersebut menggegerkan warga setelah belasan makam diketahui dalam kondisi diduga telah digali oleh orang tak dikenal.
Dari total 14 makam yang menjadi sasaran, sebanyak 13 merupakan makam perempuan, sedangkan satu lainnya merupakan makam laki-laki.
Kronologi Pembongkaran Makam
Kasus ini terungkap ketika ahli waris Sania mendatangi makam anggota keluarganya pada 23 Juni 2026.
Saat berada di lokasi, keluarga menemukan adanya lubang yang masih terbuka di bagian kepala makam. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan, polisi tidak hanya menemukan satu makam yang diduga dibongkar. Petugas juga mendapati 13 makam lain dengan bekas galian yang sebelumnya telah ditutup kembali sehingga sulit dikenali.
Diduga Dilakukan Secara Bertahap
Kepala Seksi Humas Polres Barito Timur, AKP Eko Sutrisno, mengatakan dugaan sementara menunjukkan pembongkaran makam tidak dilakukan dalam satu waktu.
Menurutnya, sejumlah lubang bekas galian diperkirakan telah dibuat lebih dahulu sebelum kembali ditutup oleh pelaku.
“Dari seluruh makam yang diduga dibongkar, rata-rata merupakan makam perempuan. Pada saat olah TKP hanya satu makam laki-laki,” kata Eko, dikutip dari Kompas.com, Senin (29/6/2026).
Adapun makam perempuan yang diduga menjadi sasaran yakni Yuneti, Mimis, Tinah, Dewiani, Yusmine, Lusi Mahat, Sania, Diang Alu, Harunim, Liwei, Estina, Ruminah, dan Yuni Tawal.
Sementara itu, satu makam laki-laki yang diduga ikut dibongkar adalah makam Basuni.





