Keir Starmer Mundur sebagai PM Inggris, Eropa dan Ukraina Kehilangan Mitra Strategis

Namun, Burnham lebih banyak berkonsentrasi pada isu-isu domestik selama karier politiknya sehingga arah kebijakan luar negerinya masih sulit dipastikan.

Belum diketahui apakah ia akan memberikan perhatian yang sama besar terhadap diplomasi internasional seperti yang dilakukan Starmer.

Kemitraan Inggris-Uni Eropa Tetap Jadi Prioritas

Menurut O’Sullivan, salah satu pencapaian terbesar Starmer di bidang luar negeri adalah terwujudnya kemitraan keamanan antara Inggris dan Uni Eropa yang diresmikan pada KTT Uni Eropa-Inggris pertama sejak Brexit tahun lalu.

Sebelum menjadi perdana menteri, Starmer memang mengampanyekan hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa. Sejumlah hasil kerja sama yang dicapai meliputi mobilitas pemuda, program pertukaran pelajar, hingga sektor perikanan.

Baca Juga :  Baku Tembak di Dekat Konsulat Israel di Istanbul, Satu Penyerang Tewas

Kemitraan yang disepakati pada Mei 2025 juga dirancang untuk memperluas kerja sama terkait Ukraina serta berbagai inisiatif keamanan dan pertahanan lainnya. Kesepakatan tersebut turut membuka ruang dialog rutin antara Inggris dan Uni Eropa.

Meski demikian, O’Sullivan mencatat Inggris hanya memperoleh akses terbatas terhadap program Security Action for Europe (SAFE), yaitu skema pendanaan Uni Eropa senilai 150 miliar euro atau sekitar Rp3.060 triliun untuk memperkuat kesiapan pertahanan negara-negara anggotanya.

Baca Juga :  Trump Bantah AS Kehabisan Amunisi di Tengah Perang Iran, Tegaskan Pasokan Senjata Terus Diproduksi

Inggris tidak dapat berpartisipasi secara penuh dalam program tersebut pada November lalu karena menolak membayar biaya partisipasi.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengumumkan bahwa KTT Uni Eropa-Inggris yang semula dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli resmi ditunda. Meski begitu, hubungan antara Inggris dan Uni Eropa diperkirakan tetap menjadi salah satu agenda utama yang akan dihadapi pemerintahan Inggris berikutnya.

Pos terkait