Keir Starmer Mundur sebagai PM Inggris, Eropa dan Ukraina Kehilangan Mitra Strategis

Meski demikian, O’Sullivan mengingatkan bahwa Starmer juga menghadapi tantangan besar di dalam negeri, terutama dalam memenuhi target belanja pertahanan akibat keterbatasan anggaran. Tantangan serupa diperkirakan juga akan dihadapi oleh perdana menteri Inggris berikutnya.

Peran Inggris dalam Kebijakan Luar Negeri Eropa

Selain melalui Koalisi Negara yang Bersedia, Inggris juga memainkan peran penting dalam kelompok E3 yang beranggotakan Jerman, Prancis, dan Inggris.

Kerangka kerja tersebut bertujuan mengoordinasikan kebijakan luar negeri dan keamanan ketiga negara.

Baca Juga :  Dugaan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Tiga Penumpang Dilaporkan Meninggal Dunia

Menurut O’Sullivan, E3 menjadi salah satu motor penggerak berbagai strategi keamanan Eropa, tidak hanya terkait Ukraina, tetapi juga dalam menyikapi kebijakan Amerika Serikat yang berpengaruh terhadap stabilitas kawasan.

Sebagai contoh, kelompok E3 pernah menyusun respons terhadap tuntutan Amerika Serikat yang mempertanyakan kontribusi negara-negara Eropa dalam menjaga keamanan Selat Hormuz.

Meski demikian, O’Sullivan menilai pergantian perdana menteri Inggris tidak akan menjadi hambatan besar bagi kerja sama tersebut. Namun, ia mengakui mundurnya Starmer berpotensi mengurangi momentum kolaborasi yang selama ini telah terbangun dalam E3.

Baca Juga :  Putri Sulung Raja Thailand Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia Setelah 3,5 Tahun Dirawat di Rumah Sakit

Andy Burnham Disebut Berpeluang Gantikan Starmer

Masa depan hubungan Inggris dan Uni Eropa kini bergantung pada sosok pengganti Starmer. Mantan Wali Kota Manchester, Andy Burnham, disebut sebagai salah satu kandidat terkuat.

O’Sullivan mengatakan Burnham selama ini dikenal memiliki pandangan yang cenderung pro-Uni Eropa. Karena itu, ia diperkirakan akan melanjutkan pendekatan Starmer dalam membangun hubungan dengan Uni Eropa serta mempertahankan dukungan terhadap Ukraina.

Pos terkait