“Kami harus berhati-hati terhadap hewan-hewan di sini. Saya merasa jika menginjak ular seperti itu, akibatnya bisa buruk,” ujar Kimmich.
Bukan Gangguan Alam Pertama yang Dialami Jerman
Kemunculan ular berbisa menjadi cerita unik yang mewarnai perjalanan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Der Panzer mengawali turnamen dengan hasil meyakinkan setelah menang telak 7-1 atas Curacao pada pertandingan pembuka.
Di tengah suasana yang relatif tenang, Kimmich sempat berbagi cerita mengenai lingkungan sekitar markas tim, termasuk pohon magnolia di Amerika Serikat yang menurutnya lebih besar dan lebih sering berbunga dibandingkan yang ada di Jerman.
Namun, gangguan dari alam bukanlah pengalaman baru bagi skuad Jerman dalam turnamen besar.
Saat tampil pada UEFA Euro 2024 di Jerman, markas latihan mereka di Herzogenaurach sempat menghadapi serangan nyamuk dalam jumlah besar.
Kondisi banjir, cuaca hangat, dan minimnya angin saat itu menyebabkan populasi nyamuk meningkat drastis di sekitar area latihan.
Sebagaimana dilaporkan The Athletic, situasi tersebut bahkan membuat pasokan obat pengusir serangga di wilayah setempat sempat menipis.
Pengelola markas latihan kemudian melakukan penyemprotan khusus untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, aroma dari proses penyemprotan membuat para pemain, pelatih, dan staf lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan pada malam hari.
Jerman Bersiap Hadapi Pantai Gading
Kini, Timnas Jerman menghadapi tantangan yang berbeda selama berada di Amerika Serikat.





