Harga Minyak Dunia Anjlok 8 Persen ke Level Terendah Sepekan, Ini Penyebabnya

Arus Pengiriman Minyak Masih Jauh dari Normal

Di sisi lain, prospek pasar minyak global masih dibayangi ketidakpastian karena belum adanya kesepakatan resmi antara AS dan Iran.

Direktur Strategi Pasar Energi StoneX, Alex Hodes, mengatakan arus pengiriman minyak masih jauh di bawah kondisi normal meskipun terjadi jeda konflik.

“Volume pengiriman masih sangat tertekan setelah gencatan senjata singkat pada pertengahan Juni. Hal ini membatasi ekspor dari Timur Tengah dan memaksa pengiriman minyak Arab Saudi melalui rute Terusan Suez yang lebih panjang dan lebih mahal,” ujar Hodes.

Data Kpler menunjukkan kurang dari 10 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz setiap hari selama akhir pekan. Jumlah tersebut masih jauh di bawah kondisi normal.

Baca Juga :  23.470 Pekerja Kena PHK Januari–Mei 2026, Jawa Barat Tertinggi Berdasarkan Data Kemenaker

Analis SEB Research, Ole Hvalbye, mengatakan arus minyak saat ini hanya sekitar 15 persen dari level sebelum perang. Sebagai perbandingan, kondisi normal mencapai sekitar 20 juta barrel per hari untuk minyak mentah, kondensat, dan produk olahan.

“Jeda politik tidak serta-merta menambah satu barrel pun minyak yang mengalir saat ini,” kata Hvalbye.

Di sisi lain, lalu lintas kapal di Selat Bab el-Mandeb juga kembali menurun setelah kelompok Houthi di Yaman mengeklaim menyerang fasilitas minyak Arab Saudi di pesisir Laut Merah.

Baca Juga :  Presiden LaLiga Kritik 'Keheningan Bersekongkol' FIFA soal Kasus Folarin Balogun

Produksi Minyak Kazakhstan Kembali Beroperasi

Sementara itu, Kazakhstan yang merupakan salah satu dari 10 produsen minyak terbesar dunia sempat memangkas lebih dari separuh produksi hariannya setelah terminal ekspor utama di Laut Hitam ditutup akibat serangan drone.

Namun, Kementerian Energi Kazakhstan kemudian menyatakan bahwa terminal Caspian Pipeline Consortium telah kembali beroperasi dan memulai kembali proses pemuatan minyak.

Kembalinya aktivitas terminal tersebut diharapkan dapat membantu menjaga pasokan minyak global di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Pos terkait