Harga Emas Anjlok 6,3 Persen, Inflasi AS dan Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

Kondisi tersebut membuat The Fed berada dalam posisi untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga guna menekan kenaikan harga.

Saat ini, bank sentral AS diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Meski prospek jangka pendek masih dibayangi ketidakpastian, sejumlah analis menilai emas tetap memiliki daya tarik untuk investasi jangka menengah dan panjang.

“Meskipun pelaku pasar kesulitan dengan prospek jangka pendek, yang sangat bergantung pada hasil dari Selat Hormuz, pandangan konsensus tetap konstruktif dalam jangka menengah hingga panjang karena permintaan non-siklik yang kuat dari meningkatnya fragmentasi geopolitik global, kekhawatiran utang negara dan penurunan nilai mata uang yang masih ada, serta tren diversifikasi cadangan bank sentral yang berkelanjutan,” jelas analis Citigroup.

Baca Juga :  Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia setelah IPO SpaceX

Menurut pandangan tersebut, harga emas berpotensi kembali stabil apabila konflik yang melibatkan Iran dapat segera mereda.

Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Hampir Rampung

Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan membatalkan rencana serangan udara terhadap Iran.

Baca Juga :  BEI Ungkap 15 Perusahaan Siap IPO hingga Agustus 2026, Didominasi Sektor Konsumer dan Infrastruktur

Langkah tersebut disebut berkaitan dengan proses menuju kesepakatan damai antara Washington dan Teheran yang diklaim hampir mencapai tahap final.

“Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia membatalkan serangan udara hari ketiga berturut-turut terhadap Iran, mengklaim bahwa kesepakatan dengan Teheran hampir rampung dan waktu dan tempat penandatanganan akan segera diumumkan,” lapor Al Jazeera, Jumat (12/6/2026).

Pos terkait