Demo BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kerahkan 4.151 Personel

“Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” ujar Budi.

BEM UI Minta Maaf atas Potensi Kemacetan

Sebelumnya, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan yang dapat terjadi akibat aksi tersebut.

“Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi,” ujar Athof saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga :  Pendukung MBG di Patung Kuda: “Kalau Ada yang Salah Diperbaiki, Program Baru Setahun”

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dampak kemacetan yang ditimbulkan hanya berlangsung sementara selama aksi berlangsung.

“Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam,” tuturnya.

Lima Tuntutan dalam Aksi BEM UI

Dalam aksi yang digelar di Bundaran HI, BEM UI membawa lima tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah, yaitu:

  1. Stop pemborosan APBN.
  2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  4. Hentikan militerisme di ranah sipil.
  5. Meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.
Baca Juga :  ‎Kacau! BBM Subsidi di SPBU 23.372.15 Senamat Didominasi Kendaraan Pelangsir

Athof juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk bergabung dalam aksi tersebut, mulai dari buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, hingga komunitas dan masyarakat umum.

“Kita rebut keadilan! Karena keadilan tidak datang sendiri. Ia harus dijemput oleh rakyat Indonesia yang besar, bukan pemerintah yang berlagak besar,” ujar Athof.

Pos terkait