Cuaca Buruk Intai Final Piala Dunia 2026, New York Berstatus Risiko Badai Level 3

Kabut Asap Kebakaran Hutan Tambah Kekhawatiran

Selain ancaman badai, New York juga masih menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada yang menyebar ke sejumlah kota di bagian timur Amerika Serikat.

Mengutip The Guardian, pada Kamis (16/7/2026) malam, status peringatan kualitas udara di New York bahkan dinaikkan dari “tidak sehat” menjadi “sangat tidak sehat”.

Pejabat manajemen darurat New York City sempat menetapkan kode merah pada 14-16 Juli 2026. Masyarakat diminta tetap berada di dalam ruangan dan menghindari aktivitas fisik berat.

Baca Juga :  Ragnar Oratmangoen Kecewa FCV Dender Degradasi dari Liga Pro Belgia

Dampak polusi udara terlihat jelas di Manhattan. Patung Liberty yang berada di seberang Sungai Hudson sempat tidak terlihat akibat tebalnya kabut asap. Selain itu, sejumlah penerbangan dari Bandara Newark, New Jersey, juga dilaporkan mengalami pembatalan.

Kondisi kualitas udara yang memburuk bahkan sempat memengaruhi pertandingan Liga Sepak Bola Wanita Nasional (NWSL) antara Gotham melawan Washington Spirit di Queens pada Rabu (15/7/2026).

Laga tersebut berlangsung di tengah kabut berwarna oranye kecokelatan, sehingga pemain mendapatkan tambahan dua kali waktu istirahat di setiap babak sesuai kebijakan kualitas udara NWSL.

Baca Juga :  Inggris vs Ghana: Bukayo Saka dan Declan Rice Cedera, Thomas Tuchel Dipusingkan Jelang Laga Piala Dunia 2026

Kekhawatiran terkait kondisi cuaca di New York New Jersey Stadium sejatinya telah muncul sejak tahun lalu, terutama berkaitan dengan suhu panas ekstrem pada musim panas.

Pemain Chelsea, Enzo Fernandez, bahkan pernah menyebut kondisi bermain di stadion tersebut sebagai “sangat berbahaya” setelah semifinal Piala Dunia Klub tahun lalu.

Meski demikian, FIFA tetap optimistis situasi akan membaik. Hujan yang diperkirakan turun pada Sabtu diyakini dapat membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti kawasan New York dan sekitarnya.

Pos terkait