NEW YORK CITY – Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dibayangi ancaman cuaca ekstrem. Wilayah timur laut Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan diterjang sistem badai kuat pada Sabtu (18/7/2026), atau sehari sebelum laga puncak digelar.
Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) menempatkan sebagian besar wilayah tri-state, yakni New York, New Jersey, dan Connecticut, pada level 3 dari skala 5 untuk risiko cuaca buruk.
Wilayah metropolitan New York City diprediksi mengalami badai petir kuat hingga parah sejak pagi hingga malam hari. Warga diminta mewaspadai sejumlah potensi bahaya, mulai dari angin kencang, banjir bandang, tornado terisolasi, hingga hujan es.
Berdasarkan laporan NBC New York, badai dengan intensitas tertinggi diperkirakan melanda kawasan Poconos, Catskills, dan New Jersey.
Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki risiko paling tinggi terhadap ancaman angin kencang dan tornado. Sementara itu, risiko cuaca buruk diperkirakan menurun secara bertahap ke arah timur, meski tidak sepenuhnya hilang.
Potensi Banjir dan Hujan Es
Selain angin kencang, tingginya kelembapan udara meningkatkan potensi hujan deras yang dapat memicu banjir bandang.
Daerah yang masuk kategori paling berisiko meliputi New Jersey bagian utara dan tengah, kawasan metropolitan New York City, Long Island, hingga pesisir Connecticut.
NWS memperkirakan badai pada Sabtu dapat membawa curah hujan antara 3 hingga 4 inci atau setara 76-101 milimeter. Bahkan, beberapa wilayah disebut berpotensi menerima curah hujan lebih tinggi.
Di sisi lain, ancaman hujan es juga menjadi perhatian, terutama untuk wilayah Jersey bagian tengah dan selatan yang masuk dalam tingkat risiko tertinggi.
Final Piala Dunia 2026 sendiri akan mempertemukan Spanyol kontra Argentina di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium) pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari WIB.





