BPS: Pengangguran di Indonesia Masih Didominasi Lulusan SMA dan SMK, Ini Penyebabnya

Pendidikan Tinggi Masih Memberikan Keuntungan Ekonomi

Meski proses memasuki dunia kerja tidak selalu mudah, pendidikan tetap berkorelasi positif terhadap pendapatan pekerja.

BPS mencatat rata-rata upah buruh nasional pada Mei 2026 mencapai Rp3,39 juta per bulan.

Rata-rata upah berdasarkan jenjang pendidikan adalah:

  • SD ke bawah: Rp2,12 juta per bulan
  • SMP: Rp2,47 juta
  • SMA: Rp3,18 juta
  • SMK: Rp3,32 juta
  • Diploma I–III: Rp4,43 juta
  • Diploma IV, S1, S2, dan S3: Rp4,99 juta

Menurut BPS, semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan, semakin tinggi pula rata-rata pendapatan yang diterima pekerja.

Baca Juga :  DJP Soroti Potensi Kehilangan Penerimaan Pajak dari Program MBG dan Koperasi Merah Putih

Lulusan Diploma IV hingga S3 bahkan memperoleh rata-rata upah sekitar 2,35 kali lebih tinggi dibandingkan pekerja berpendidikan SD ke bawah.

Pasar Kerja Indonesia Masih Bertransformasi

Secara umum, kondisi ketenagakerjaan Indonesia pada Mei 2026 menunjukkan perbaikan.

Jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang, sedangkan jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 148,19 juta orang. Jumlah penganggur turun menjadi 7,22 juta orang, sehingga TPT nasional menurun menjadi 4,65 persen.

Meski demikian, struktur pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan belum mengalami perubahan yang signifikan.

Baca Juga :  BRI Peduli Salurkan Proyektor dan Alat Tulis untuk SD di Bandung, Dukung Pendidikan di Hardiknas 2026

Lulusan SMK masih menjadi kelompok dengan risiko pengangguran tertinggi, sedangkan lulusan SMA masih mendominasi jumlah penganggur secara nasional.

Di sisi lain, tenaga kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD ke bawah, menunjukkan transformasi kualitas sumber daya manusia masih berlangsung secara bertahap.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pasar kerja Indonesia bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memastikan setiap jenjang pendidikan memiliki peluang yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Pos terkait