Kelas Menengah Dinilai Sulit Mendapat Akses Subsidi
Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Wisnu Setiadi Nugroho, menilai kelompok kelas menengah Indonesia saat ini menghadapi tekanan dari berbagai sisi.
Menurutnya, kelompok ini berada pada posisi yang serba tanggung. Mereka tidak masuk kategori miskin sehingga tidak menjadi prioritas penerima bantuan sosial, tetapi tetap rentan terhadap kenaikan biaya hidup.
“Kelompok kelas menengah yang rentan ini umumnya tidak menerima bantuan sosial. Ketika terjadi kenaikan harga secara signifikan, dampaknya bisa langsung terasa pada pengeluaran rumah tangga,” kata Wisnu , Jumat (12/6/2026).
Wisnu mencontohkan kebijakan pembelian BBM bersubsidi yang semakin terintegrasi dengan data perpajakan. Kebijakan tersebut berpotensi membuat sebagian masyarakat kelas menengah kehilangan akses terhadap subsidi energi.
Ia memperkirakan biaya transportasi rumah tangga dapat meningkat sekitar 15 hingga 20 persen apabila pola konsumsi masyarakat tidak berubah. Beban tersebut berpotensi semakin besar jika diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok dan pengeluaran lainnya.





