DF Positif DBD Setelah Cek Darah di Klinik
Keluarga akhirnya membawa DF ke sebuah klinik di Kecamatan Kalanganyar.
Di klinik tersebut, EN meminta agar anaknya menjalani pemeriksaan darah karena khawatir kondisi DF tidak kunjung membaik.
“Saya minta dilakukan cek darah. Saya kaget ternyata anak saya terkena penyakit DBD,” katanya.
Hasil pemeriksaan kemudian menyatakan DF positif DBD.
Ayah DF, Budi, mempertanyakan pelayanan yang diterima anaknya ketika pertama kali dibawa ke Puskesmas Warunggunung.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengevaluasi Kepala Puskesmas Warunggunung.
“Saya minta Dinkes evaluasi Kapus Warunggunung, karena tidak memberikan pelayanan maksimal kepada anak saya,” ujar Budi.
Budi mengaku terkejut setelah hasil pemeriksaan di klinik menunjukkan anaknya positif DBD.
“Aneh, apakah mereka tidak periksa anak saya pada saat istri saya bawa anak ke Puskesmas? Apakah tidak ada alatnya? Apakah malas? Atau seperti apa?” katanya.
“Anak saya sudah tiga hari panas terus. Untung saya inisiatif bawa anak saya tadi untuk cek,” lanjutnya.
Puskesmas Sebut Ruang Rawat Inap dan IGD Penuh
Sebelum klarifikasi dari Kadinkes Lebak disampaikan, seorang petugas Puskesmas Warunggunung yang tidak bersedia disebutkan namanya juga menjelaskan kondisi pelayanan ketika DF datang.
Menurut petugas tersebut, ruang rawat inap dan instalasi gawat darurat (IGD) Puskesmas Warunggunung saat itu sedang penuh.
“Puskesmas Warunggunung memang punya tempat rawat inap, tetapi minggu kemarin memang sedang penuh sampai IGD,” ujarnya melalui pesan, Senin.
Petugas tersebut juga mengatakan pihak puskesmas akan mendatangi rumah DF untuk memeriksa kondisi pasien dan lingkungan sekitar.
“Sekarang dokter Rudi dan bidan Akbar akan ke rumah, mengunjungi DF dan melihat kondisinya serta situasi lingkungannya,” katanya.
Keterangan tersebut sejalan dengan penjelasan Eka bahwa tim puskesmas melakukan pemeriksaan lanjutan sekaligus penelitian epidemiologis di lingkungan tempat tinggal DF.





