9 Dapur MBG di Blora Tutup, Penyebabnya Keracunan dan Dana Belum Cair

BLORA – Sebanyak 95 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah beroperasi untuk menyediakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, dari jumlah tersebut, sembilan dapur SPPG saat ini tidak beroperasi. Penyebabnya antara lain adanya kasus keracunan makanan serta dana operasional yang belum cair.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora Artika Diannita mengatakan, sembilan SPPG tersebut tidak beroperasi pada Rabu (16/9/2026).

“Untuk hari ini tadi ada sembilan SPPG yang tidak operasional. Salah satunya adalah yang kemarin SPPG Sukorejo 2 karena kemarin ada kejadian fatal. Kemudian ada beberapa yang dananya belum cair sehingga berhenti operasional,” ucap Artika saat ditemui di Kantor Bupati Blora, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga :  BGN Sudah Tiga Kali Ganti Kepala, Ini Kronologi Pergantian dari Dadan Hindayana hingga Sudaryono

Artika mengatakan, pihaknya belum mengetahui kapan dapur-dapur SPPG yang berhenti beroperasi karena persoalan dana dapat kembali berjalan.

“Untuk yang terkait penutupan untuk yang dananya belum masuk itu kami belum tahu. Nanti kami akan update terus kepada SPPG apakah dana sudah masuk apa belum,” kata dia.

Baca Juga :  Hari Keenam Pencarian Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo Wonosobo Masih Nihil, Tim SAR Persempit Area Penyisiran

SPPG Sukorejo 2 Ditutup Permanen

Artika juga menjelaskan kondisi SPPG Sukorejo 2 yang berada di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Dapur tersebut ditutup permanen setelah diduga menjadi penyebab kasus keracunan makanan yang dialami 216 penerima manfaat.

Artika mengatakan, kepala dapur SPPG Sukorejo 2 yang telah dicopot oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tetap harus menyelesaikan administrasi yang berkaitan dengan tugasnya.

“Itu kami belum tahu juga arahan pastinya. Tapi yang jelas (dia) tetap harus menyelesaikan administrasi yang telah dilaksanakan selama bertugas,” terang dia.

Pos terkait