4 Ton Gula Siap Edar Ludes Terbakar di Gudang Kudus, Kerugian Capai Ratusan Juta

KUDUS – Gudang sekaligus rumah produksi gula merah di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terbakar pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 95 persen bangunan. Selain itu, sebanyak 4 ton gula merah siap edar yang berada di dalam gudang ikut ludes terbakar.

Pemilik gudang, Jamian, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab awal kebakaran. Menurutnya, api tiba-tiba membesar ketika para pekerja sedang membungkus gula.

Kejadian tersebut sempat membuat para pekerja panik.

“Tiba-tiba ada api, dia pekerja penggiling ada (orang) dia baru kerja bungkisi gula sama buang abu,” ujar Jamian di lokasi, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  Pria di Bantul Ngamuk Bawa Parang, Warga Dibacok hingga Pergelangan Tangan Terluka

Api dengan cepat membakar bagian dalam gudang karena banyak material yang mudah terbakar.

“Ada timbangan, ada meja, pokoknya ada perlengkapannya buat giling, gula merahnya ada sekitar empat ton,” katanya.

Kerugian Kebakaran Gudang Capai Ratusan Juta

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, pemilik gudang memperkirakan kerugian yang dialami mencapai ratusan juta rupiah.

“Ditotal banyak, gudangnya saja Rp 200 (juta) habis, itu belum alat-alatnya semua,” ungkap Jamian.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Satpol PP Kudus, Dedik Wijayanto, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterimanya, titik kobaran api diduga berasal dari sisa pembakaran sebelumnya yang belum sepenuhnya padam.

Baca Juga :  Viral Geng Motor di Medan Konvoi Bawa Sajam dan Disebut Tantang Polisi, 5 Remaja Ditangkap

“Informasi awal penyebabnya dari sisa pembakaran,” ujar Dedik.

Setelah menerima laporan kebakaran, petugas bersama relawan langsung bergerak untuk melakukan pemadaman.

Namun, banyaknya residu pengolahan gula yang merupakan sisa produksi membuat api cepat membesar. Kondisi tersebut menyebabkan proses pemadaman hingga api benar-benar padam membutuhkan waktu berjam-jam.

“Memang ini tumpukan pelepah tebu, jadi agak sulit harus diurai terlebih dahulu,” katanya.

Petugas kemudian masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali api yang berpotensi merambat ke permukiman warga.

“Sementara belum sampai ke pemukiman warga, baru ke samping-samping tapi kita cegah untuk membatasi area agar tidak merambat,” ungkap Dedik.

Pos terkait