178 Siswa SD di Klaten Mual dan Muntah Usai Santap MBG, Sampel Makanan Positif Bacillus sp

KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SD Sinar Fajar, Kecamatan Cawas.

Sebelumnya, sebanyak 178 siswa dilaporkan mengalami mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan MBG pada Jumat (14/8/2026).

Subkoordinator Surveilans Karantina Kesehatan dan Imunisasi Dinkes Klaten, Mentes Hartanti, menjelaskan sampel MBG tersebut diperiksa di Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (Balabkes) Yogyakarta.

Sampel yang diuji meliputi menu tumis pakcoy, jamur, wortel, dan tahu bumbu Bali. Hasil pemeriksaan menunjukkan menu-menu tersebut positif mengandung bakteri Bacillus sp.

Bakteri tersebut dapat menyebabkan gejala seperti diare atau muntah.

Baca Juga :  Dugaan Keracunan MBG di Dramaga Bogor, Bupati Minta Operasional Dapur SPPG Dihentikan Sementara

“Berdasarkan hasil lab untuk hasil makanan yang mengandung Bacillus sp ada tumis pakcoy, jamur, wortel dan tahu bumbu Bali,” kata Mentes saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (24/8/2026).

Mentes mengatakan hasil pemeriksaan tersebut telah diserahkan kepada Puskesmas setempat, termasuk SPPG, untuk segera ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Dinkes Klaten juga melakukan pembinaan kepada SPPG agar aspek kebersihan dalam pengolahan makanan lebih diperhatikan.

“Kami melakukan pembinaan ke SPPG secara berkala kepada penjamah makanan dan pengelola terkait hygiene sanitasi dan personal hygiene,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkembangan Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Makassar, ASN Terbukti Terlibat Terancam Dipecat dan Diproses Pidana

178 Siswa Mual dan Pusing Usai Santap MBG

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa SD Sinar Fajar diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (14/8/2026).

Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan sebanyak 178 siswa dilaporkan mengalami mual dan pusing.

“Disinyalir itu pemberian jadwal makanan (MBG) di hari Jumat. Terus gejala muncul malam harinya. Terus paginya (Sabtu) diperiksakan seperti itu,” kata Anggit saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Selasa (18/8/2026).

Pos terkait