MEDAN – Video puluhan anggota geng motor yang konvoi sambil membawa senjata tajam (sajam) di Kota Medan, Sumatera Utara, viral di media sosial. Polisi kemudian menangkap lima remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar, terlihat puluhan pemuda mengendarai sepeda motor secara beriringan. Sejumlah di antara mereka tampak membawa senjata tajam seperti kelewang.
“Bocah-bocah ini tantang Polrestabes Medan. Konvoi bawa sajam sambil gas kendaraan,” demikian narasi akun yang mengunggah video tersebut.
Kanit Resmob Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan, peristiwa konvoi tersebut terjadi pada 18 Juli 2026.
Puluhan pemuda itu diketahui melakukan konvoi di sejumlah lokasi, yakni Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Helvetia, Jalan Sei Batang Hari, Kecamatan Sunggal, serta kawasan Fly Over Pulo Brayan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para terduga pelaku. Sehari kemudian, pada 19 Juli 2026, petugas menangkap sejumlah remaja.
“Ada lima remaja yang ditangkap,” kata Bimo dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (11/8/2026).
Kelima remaja tersebut masing-masing berinisial AR (16), MZ (17), RA (16), RS (18), dan MD (18).
“Jadi mereka ini anggota geng motor Partner Of Crime (POC) yang konvoi bawa sajam di Jalan Kapten Sumarsono,” ujar Bimo.
“Anggota geng motor ini dari Sekolah SMK N 9 MEDAN dan Alumni SMK tersebut,” sambungnya.
Polisi Tangkap 5 Remaja
Bimo menjelaskan, penangkapan dilakukan secara bertahap setelah polisi mengembangkan informasi yang diperoleh.
Petugas awalnya menangkap AR di Jalan Bakti Luhur. Polisi kemudian melakukan pengembangan hingga menangkap MZ di Jalan Patriot, RA di Jalan Setia Luhur, serta RS dan MD di Jalan Razak Baru.
Sementara itu, senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi konvoi ditemukan di sekitar rumah salah satu terduga pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran.
“Untuk senjata tajam kami temukan di sebelah rumah salah satu terduga pelaku yang masih diburu,” ujarnya.





