SUMENEP – Salah satu korban selamat kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Bambang Susilo (36), mengungkap detik-detik saat para penumpang terpaksa melompat ke laut karena akses menuju sekoci penyelamat tertutup kobaran api.
Warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung itu menceritakan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah mengenakan rompi pelampung ketika kepulan asap pertama kali terlihat sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu (2/8/2026).
Namun, proses evakuasi menggunakan sekoci tidak dapat dilakukan karena titik api utama muncul dari area parkir truk besar di dek dasar bagian belakang kapal, tepat di jalur menuju sekoci.
“Sekoci ada di ekor kapal. Tapi karena api sudah membesar dari dek belakang, tidak ada penumpang yang berani lari ke sana karena harus menerobos kobaran api. Jalan satu-satunya ya lari ke moncong depan dan melompat,” ujar Bambang, Senin (3/8/2026), dikutip dari TribunJatim.
Terpaksa Melompat dari Ketinggian Lebih dari 10 Meter
Dalam kondisi dikepung asap tebal, Bambang memilih melompat dari bagian depan kapal ke laut dari ketinggian lebih dari 10 meter.
“Saya sendakep (bersedekap) pas terjun dari ketinggian 10 meter lebih itu. Rasanya kayak enggak sampai-sampai ke air, sambil menahan napas karena panik,” katanya.
Setelah berada di laut, Bambang harus bertahan selama hampir empat jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.
Di tengah perjuangannya, ia juga membantu beberapa penumpang lain agar menjauh dari kapal yang terbakar.
“Muka saya panas sekali. Saya bilang ‘ayo mbak kita usahakan jauh dari bawah kapal’. Berjuang menjauh itu sulit sekali karena terus ditabrak ombak balik. Total ada enam orang yang coba saya seret untuk saling bergandengan. Alhamdulillah mereka dikabarkan selamat,” kenangnya.





