Kasus Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Periksa 12 Saksi dan Telusuri Rekaman CCTV

PURWAKARTA – Kepolisian masih menyelidiki kasus kematian Sumarna (40), petugas keamanan (satpam) yang ditemukan tewas mengambang dengan kedua tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Korban yang bertugas di kawasan Waduk Jatiluhur itu ditemukan dalam kondisi mengambang di kawasan Tanggul Kayat pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 12 orang saksi yang terdiri dari warga dan rekan kerja korban.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, serta kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap peristiwa tersebut,” ujarnya, Minggu (26/7/2026), dikutip dari TribunJabar.

Baca Juga :  Misteri Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur Belum Terungkap, Polisi Tunggu Hasil Lengkap Otopsi

Polisi Periksa CCTV dan Amankan Ponsel Korban

Selain memeriksa para saksi, kepolisian juga telah menelusuri rekaman CCTV yang berada di kawasan Perum Jasa Tirta II, lokasi tempat korban bekerja.

Sejumlah barang bukti turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan, termasuk telepon genggam milik korban.

“HP korban sudah kami amankan. Rekaman CCTV juga sudah kami periksa, namun hingga saat ini masih dilakukan pendalaman,” kata Made.

Meski berbagai upaya penyelidikan telah dilakukan, polisi mengaku belum dapat memastikan penyebab kematian korban maupun mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Modus Rental Motor Lalu Digadaikan, Tiga Perempuan di Tulungagung Ditangkap Polisi

Di sisi lain, AKP I Made Purwantara juga memberikan klarifikasi terkait video yang disebut-sebut sebagai status terakhir korban yang beredar di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan dugaan aksi vandalisme di kawasan jalan tanggul yang diduga berada di sekitar lokasi penemuan jenazah, tepatnya di kawasan Tanggul Ubrug, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Dalam rekaman video terlihat sejumlah coretan di fasilitas umum disertai suara seorang pria yang mengecam aksi vandalisme dan meminta agar lokasi tersebut segera dibersihkan.

“Itu bukan status korban, melainkan milik rekannya,” tegas Made.

Pos terkait